Sekda Labuhanbatu Minta BPBD Siaga Cuaca Ekstrem

oleh -138 Dilihat
Gambar: Sekretaris Daerah Kabupaten Labuhanbatu, Ir. Hasan Heri Rambe, memimpin Apel Gabungan Kelompok I dan menyampaikan arahan terkait kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem di halaman BKPP Labuhanbatu, Senin, 19 Januari 2026. Foto: Heri

IKNews, LABUHANBATU – Cuaca ekstrem yang melanda Kabupaten Labuhanbatu dalam beberapa waktu terakhir mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah.

Sekretaris Daerah Kabupaten Labuhanbatu, Ir. Hasan Heri Rambe, meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, terutama banjir dan genangan air.

Arahan tersebut disampaikan Sekda saat memimpin Apel Gabungan Kelompok I di halaman Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPP) Labuhanbatu, Senin, 19 Januari 2026. Dalam kesempatan itu, Hasan Heri Rambe menyinggung pentingnya penguatan kelembagaan BPBD agar respons penanganan bencana lebih terukur dan profesional.

Ia menjelaskan, penataan organisasi BPBD ke depan akan mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 18 Tahun 2025. Regulasi tersebut mengatur pembagian tipe BPBD menjadi tiga kategori, yakni tipe A, B, dan C, yang disesuaikan dengan kondisi wilayah, karakteristik daerah, serta beban tugas yang diemban.

Menurutnya, penyesuaian struktur organisasi menjadi langkah strategis agar BPBD Labuhanbatu mampu bekerja lebih efektif dalam menghadapi dinamika ancaman bencana di daerah.

Selain soal kelembagaan, Sekda juga mengingatkan jajarannya agar tidak mengabaikan dampak langsung cuaca ekstrem terhadap masyarakat. Curah hujan yang tinggi dinilai berpotensi menimbulkan banjir, merusak infrastruktur, serta mengganggu aktivitas dan kesehatan warga.

Ia mengajak seluruh perangkat daerah dan masyarakat untuk mengambil peran aktif dalam upaya pencegahan, salah satunya melalui kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

Menurut Sekda, langkah sederhana seperti membersihkan saluran air dan parit dari sampah dapat memberi dampak besar dalam mengurangi risiko banjir.

Menutup arahannya, Hasan Heri Rambe menekankan bahwa penanganan bencana bukan hanya tugas satu instansi, melainkan membutuhkan kebersamaan dan gotong royong seluruh elemen masyarakat.* (Mg02)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.