IKNews, LABUHANBATU – Menjelang Hari Raya Idulfitri, kekhawatiran soal harga bahan pokok yang merangkak naik mulai terasa di sejumlah pasar tradisional di Labuhanbatu. Sejumlah pedagang mengaku pembeli kini lebih berhitung, sementara warga berharap kebutuhan dapur tetap terjangkau di tengah meningkatnya pengeluaran rumah tangga.
Situasi itu menjadi perhatian serius Bupati Labuhanbatu, Maya Hasmita. Dalam rapat koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) yang digelar Selasa (3/3/2026) di Ruang Rapat Bupati, Kompleks Sekretariat Daerah Kabupaten Labuhanbatu, ia menegaskan bahwa pengendalian inflasi tidak boleh berhenti pada angka-angka statistik.
“Yang paling penting, masyarakat tetap bisa membeli kebutuhan pokoknya. Jangan sampai harga naik, tapi daya beli warga turun,” ujarnya di hadapan jajaran organisasi perangkat daerah.

Rapat tersebut turut dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar, Ahmadi Rahman Muqorobin, Sekretaris Daerah, para asisten, serta pimpinan OPD terkait. Namun suasana diskusi berlangsung lebih cair ketimbang seremoni. Sejumlah kepala dinas menyampaikan kondisi terkini pasokan pangan, distribusi, hingga potensi lonjakan harga menjelang Lebaran.
Maya meminta jajarannya tidak sekadar memantau, tetapi aktif turun ke lapangan memastikan ketersediaan bahan pokok dan kelancaran distribusi. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perbankan, untuk menjaga stabilitas ekonomi daerah.
Di sisi lain, digitalisasi transaksi turut menjadi sorotan. Ahmadi Rahman Muqorobin menyebutkan, tingkat elektronifikasi transaksi pemerintah daerah di Labuhanbatu telah mencapai 95,5 persen, masuk kategori digital. Sementara pemanfaatan kanal digital untuk pendapatan daerah telah menyentuh 75 persen.

Menurutnya, penggunaan sistem pembayaran non-tunai seperti QRIS bukan sekadar tren, melainkan upaya memperkuat transparansi dan efisiensi, sekaligus mendorong perputaran ekonomi yang lebih sehat.
Bagi warga, langkah-langkah itu diharapkan tak berhenti di ruang rapat. Seperti yang disampaikan Rina (37), ibu rumah tangga di Rantauprapat, harga beras dan cabai menjadi perhatian utama menjelang Lebaran. “Kalau bisa jangan sampai melonjak tinggi. Soalnya kebutuhan banyak,” katanya saat ditemui terpisah.
Pemerintah daerah kini dihadapkan pada tantangan menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan, stabilitas harga, dan kemampuan beli masyarakat. Di tengah meningkatnya kebutuhan jelang hari besar keagamaan, keputusan yang diambil dalam beberapa pekan ke depan akan sangat menentukan denyut ekonomi rumah tangga di Labuhanbatu.* (Heri)








