25,3 Persen Anak Labuhanbatu Masih Stunting, Program Genting Diperluas

oleh -142 Dilihat
Gambar: Bupati Labuhanbatu, dr. Hj. Maya Hasmita, Sp.OG., MKM., menyerahkan bantuan Program GENTING Tahap III kepada keluarga berisiko stunting di Ruang Data dan Karya, Kompleks Kantor Bupati Labuhanbatu, Rabu, 4 Maret 2026. (Foto: Diskominfo Labuhanbatu/Heri).

IKNews, LABUHANBATU — Angka stunting di Kabupaten Labuhanbatu masih berada di atas target nasional. Data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2025 mencatat prevalensi stunting di daerah ini menyentuh 25,3 persen, sementara target nasional berada di angka 18,8 persen. Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah serius bagi pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan.

Situasi itu mengemuka dalam penyaluran bantuan Program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) Tahap III Tahun 2026 yang digelar di Ruang Data dan Karya, Kompleks Kantor Bupati, Rabu (4/3/2026). Kegiatan ini dihadiri langsung Bupati Maya Hasmita, Wakil Bupati H. Jamri, serta Ketua TP PKK Labuhanbatu Ny. Wan Jumasari Dewi.

Di hadapan para penerima manfaat, Bupati Maya menegaskan bahwa penanganan stunting tak bisa hanya mengandalkan intervensi pemerintah. Menurutnya, pendekatan kolaboratif menjadi kunci agar keluarga berisiko benar-benar mendapatkan pendampingan berkelanjutan.

“Ini bukan sekadar soal angka statistik, tetapi tentang masa depan anak-anak kita. Mereka harus tumbuh sehat agar kualitas sumber daya manusia Labuhanbatu terjaga,” ujarnya.

Program GENTING sendiri melibatkan berbagai pihak sebagai Orang Tua Asuh (OTA), mulai dari unsur pemerintah, BUMN, BUMD, perbankan, pelaku usaha, lembaga pendidikan hingga individu yang peduli pada isu tumbuh kembang anak.

Berdasarkan Pendataan Keluarga Semester II Tahun 2024, terdapat 68.679 keluarga yang masuk kategori Keluarga Risiko Stunting (KRS). Dari target 1.330 keluarga yang akan diampu mitra OTA, hingga kini baru 238 keluarga yang telah menerima bantuan, baik berupa paket nutrisi, edukasi, maupun program bedah rumah.

Artinya, cakupan intervensi masih perlu diperluas agar dampaknya signifikan terhadap penurunan prevalensi stunting.

Selain GENTING, Pemkab Labuhanbatu juga mendorong pelaksanaan program MBG 3B (Makanan Bergizi Gratis bagi ibu hamil, ibu menyusui dan balita). Bupati bahkan mengajak aparatur sipil negara (ASN) berpartisipasi lewat gerakan sederhana: menyumbang satu butir telur setiap Jumat untuk membantu pemenuhan protein anak.

Dalam kegiatan tersebut, apresiasi disampaikan kepada sejumlah mitra yang telah menjadi Orang Tua Asuh bagi 80 keluarga berisiko stunting, di antaranya PT Bank Sumut, BRI, Mandiri, BNI serta Yayasan ITKes Ika Bina Labuhanbatu.

Meski demikian, tantangan penurunan stunting di Labuhanbatu masih cukup besar. Dengan prevalensi di atas seperempat jumlah balita, dibutuhkan konsistensi program, pengawasan, serta edukasi berkelanjutan agar intervensi tidak berhenti pada seremoni penyaluran bantuan.

“Kalau semua bergerak bersama, kita optimistis angka ini bisa ditekan,” kata Maya.* (Heri)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.