Satu Tahun JG–KWL, Minut Pamer Capaian Pembangunan

oleh -107 Dilihat
Gambar: Gambar: Bupati Minahasa Utara Joune Ganda memaparkan capaian pembangunan daerah dalam diskusi publik satu tahun periode kedua kepemimpinannya di ruang paripurna DPRD Minahasa Utara, Senin, 9 Maret 2026. (Foto: Denny).

IKNews, MINUT – Satu tahun memasuki periode kedua kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Minahasa Utara, berbagai capaian pembangunan dipaparkan langsung oleh Bupati Joune Ganda dalam diskusi publik yang berlangsung di ruang paripurna DPRD Minahasa Utara, Senin (9/3/2026).

Dalam forum yang dihadiri akademisi, unsur pemerintah, hingga masyarakat tersebut, Joune memaparkan perkembangan pembangunan daerah yang mencakup transformasi ekonomi, peningkatan kualitas hidup warga, hingga komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan.

Menurut Joune, sektor ekonomi Minahasa Utara dalam setahun terakhir menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Realisasi investasi daerah disebut telah mencapai 97,95 persen. Angka itu dinilai mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di daerah tersebut.

“Capaian ini tidak lepas dari dukungan regulasi yang jelas, kepastian hukum, serta pembangunan infrastruktur yang terus dilakukan pemerintah daerah,” ujar Joune dalam pemaparannya.

Ia menambahkan, sektor pariwisata menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah. Sejumlah proyek besar tengah berjalan, di antaranya pembangunan hotel berbintang lima serta rencana pengembangan kawasan resort internasional Club Med dengan nilai investasi mencapai triliunan rupiah.

Proyek-proyek tersebut, kata Joune, telah memiliki dasar hukum yang jelas karena masuk dalam dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Dukungan dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara terhadap penataan ruang kawasan Tanah Tonsea juga dinilai memperkuat arah pengembangan sektor pariwisata di Minahasa Utara.

Selain sektor ekonomi, pemerintah daerah juga menyoroti sejumlah indikator sosial yang mengalami perbaikan. Salah satunya adalah penurunan angka stunting yang kini berada di level 1,92 persen, jauh di bawah target nasional sebesar 9,8 persen.

Cakupan kepesertaan program BPJS Kesehatan di Minahasa Utara juga hampir menyentuh angka universal dengan capaian 99,89 persen. Sementara itu, angka harapan hidup masyarakat tercatat mencapai 75,02 tahun.

Dari sisi ketahanan pangan, skor Pola Pangan Harapan (PPH) berada pada angka 91,1 yang menunjukkan semakin beragam dan bergizinya pola konsumsi masyarakat.

Pemerintah daerah juga mencatat penurunan angka kemiskinan. Pada 2025, tingkat kemiskinan berada di angka 6,05 persen, menurun dibanding sebelumnya yang berada di kisaran 6,95 persen.

Di bidang pembangunan manusia, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Minahasa Utara mencapai 7,06 dengan kategori tinggi, melampaui target yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Ketimpangan pendapatan juga berhasil ditekan dengan indeks Gini tercatat 0,359.

Sementara itu, pada aspek lingkungan, pemerintah daerah mengklaim terus mendorong pembangunan yang tetap memperhatikan keberlanjutan. Indeks Kualitas Lingkungan Hidup pada 2025 tercatat meningkat menjadi 75,38, melampaui target 73,6.

Joune menegaskan bahwa berbagai capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak.

“Ini bukan hanya keberhasilan pemerintah daerah, tetapi juga buah dari sinergi pemerintah, DPRD, pelaku usaha, dan masyarakat,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui masih ada sejumlah tantangan ke depan, terutama menjaga stabilitas pertumbuhan ekonomi, memperkuat sektor pariwisata, serta memastikan hasil pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.

Diskusi publik tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi dan berbagai elemen masyarakat sebagai bagian dari evaluasi terhadap kinerja pemerintahan sekaligus merumuskan langkah strategis untuk menjaga momentum pembangunan di Minahasa Utara.* (Mg01)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.