IKNews, MINUT – Warga Desa Munte, Kecamatan Likupang Barat, tampak memadati lokasi pelaksanaan pasar murah bersubsidi yang digelar Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, Senin (16/3/2026). Sejak pagi, masyarakat datang untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih rendah dibandingkan harga pasar.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pasar murah bersubsidi yang dilaksanakan secara serentak di sepuluh kecamatan di wilayah Minahasa Utara. Pemerintah daerah menargetkan program ini mampu membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri.
Sejumlah kebutuhan pokok dijual dengan harga subsidi, di antaranya beras premium Rp44.500 per kilogram, tepung terigu Rp6.500 per kilogram, minyak goreng Rp12.000 per liter, cabai rawit Rp50.000 per kilogram, telur Rp53.000 per baki, bawang merah Rp40.000 per kilogram, bawang putih Rp34.000 per kilogram, gula pasir Rp9.300 per kilogram, serta daging ayam Rp30.000 per kilogram.
Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Minahasa Utara bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang hadir di lokasi mengatakan program tersebut merupakan salah satu langkah pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan kebutuhan pokok tetap terjangkau bagi masyarakat.
“Program ini untuk memastikan ketersediaan sekaligus keterjangkauan sembako bagi masyarakat, apalagi menjelang Idul Fitri. Pemerintah ingin menjaga daya beli warga tetap stabil,” ujarnya di sela kegiatan, didampingi Camat Likupang Barat.
Selain membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau, pemerintah juga memanfaatkan program ini sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi daerah. Distribusi bahan pangan yang lebih merata diharapkan dapat menekan gejolak harga di pasaran.
Pemerintah daerah memastikan seluruh komoditas yang dijual dalam pasar murah tersebut memiliki kualitas yang baik serta diawasi agar penyalurannya tepat sasaran.
Melalui kegiatan ini, pemerintah berharap masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pokok menjelang hari raya tanpa harus terbebani lonjakan harga di pasaran.* (Denny)






