IKNews, JAKARTA — Suasana ruang sidang terbuka Program Pascasarjana Institut Pemerintahan Dalam Negeri di Jakarta, Rabu (4/3/2026), terasa berbeda. Di hadapan para penguji dan akademisi, Joune J. E. Ganda memaparkan gagasan yang tak sekadar teoritis, tetapi berangkat dari denyut pembangunan yang ia hadapi sehari-hari sebagai kepala daerah.
Setelah melalui proses akademik yang ketat, Bupati Minahasa Utara itu resmi menyandang gelar doktor di bidang Ilmu Pemerintahan. Namun yang menarik bukan hanya gelarnya, melainkan isi disertasinya yang mencoba menjembatani ruang kampus dengan realitas birokrasi.
Dalam sidang promosi doktor tersebut, Joune mempresentasikan disertasi berjudul “Implementasi Pengembangan Kebijakan Pariwisata Kawasan Metropolitan Bimindo (Bitung–Minahasa–Manado) di Provinsi Sulawesi Utara.”

Penelitian itu mengupas dinamika kebijakan pariwisata di kawasan strategis yang mencakup Kota Manado, Kota Bitung, Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa, dan Kabupaten Minahasa Utara—sebuah aglomerasi yang dikenal dengan sebutan Bimindo.
Kawasan ini sendiri telah ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Nasional melalui PP Nomor 13 Tahun 2017. Dalam paparannya, Joune menyoroti bagaimana simpul-simpul destinasi seperti KEK Likupang di Minahasa Utara dapat terhubung secara sistemik dengan Bunaken, Danau Tondano, hingga Bitung sebagai gerbang logistik dan industri.

Di hadapan para penguji, ia memperkenalkan konsep “Bimindo GANDA”—kerangka manajerial yang memadukan Goals and Sustainable, Agile Governance, Networking Collaboration, Digital Innovation, dan Adaptive Leadership. Konsep ini, menurutnya, bukan sekadar akronim, melainkan pendekatan praktis untuk memastikan kawasan metropolitan di Sulawesi Utara tumbuh terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan.
Promotor disertasi, Prof. Dr. H. Mansyur Achmad KM., M.Si., menilai riset tersebut memiliki unsur kebaruan dan relevansi tinggi. Terutama dalam konteks penguatan konektivitas tata kelola pariwisata lintas wilayah yang selama ini kerap berjalan sektoral.

Sebagai daerah yang memiliki KEK Likupang—salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas nasional—Minahasa Utara memang berada di titik strategis. Joune dalam penelitiannya menekankan bahwa keberhasilan satu daerah tidak dapat berdiri sendiri tanpa integrasi kawasan.
“Riset ini saya persembahkan untuk kemajuan Sulawesi Utara. Kawasan metropolitan ini harus dibangun bersama agar memberi dampak ekonomi yang merata,” ujarnya usai sidang.

Bagi jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara yang turut hadir, capaian tersebut dinilai sebagai energi baru. Mereka melihat gelar doktor itu bukan sekadar simbol akademik, melainkan bekal konseptual dalam merumuskan kebijakan berbasis riset.
Gelar doktor ini menjadi capaian akademik keempat Joune Ganda. Sebelumnya, ia menyelesaikan Magister Administrasi Publik di Universitas Negeri Manado, Magister Manajemen di Universitas Sam Ratulangi, serta Magister Sains Kajian Pengembangan Perkotaan di Universitas Indonesia.

Di tengah padatnya agenda pemerintahan, keputusan untuk kembali duduk di bangku kuliah doktoral menunjukkan konsistensinya dalam memperkuat kapasitas diri.
Di akhir sidang, ia menyampaikan rasa syukur atas dukungan keluarga dan civitas akademika IPDN. Baginya, gelar doktor bukanlah garis akhir, melainkan tanggung jawab moral untuk mengimplementasikan ilmu secara lebih luas.
Dengan disertasi yang membedah masa depan Bimindo, Joune Ganda kini membawa pulang bukan hanya gelar, tetapi juga peta jalan konseptual bagi pengembangan kawasan metropolitan di Sulawesi Utara.* (Denny)











