Catut Nama Bupati Joune Ganda, Nomor Misterius Tawarkan Emas ke Hukum Tua

oleh -30 Dilihat
Gambar: Tangkapan layar percakapan WhatsApp yang diduga dilakukan oleh oknum penipu dengan mencatut nama Bupati Joune Ganda untuk menawarkan penjualan emas kepada salah satu hukum tua di Minahasa Utara, Minggu, 15 Februari 2026. (Foto: Screenshot WhatsApp/IKNews).

IKNews, MINUT – Upaya penipuan dengan mencatut nama kepala daerah kembali terjadi di Kabupaten Minahasa Utara. Sebuah nomor telepon tak dikenal beredar dan mengaku sebagai Bupati Joune Ganda, bahkan sempat menghubungi salah satu hukum tua dengan modus menawarkan penjualan emas.

Informasi yang dihimpun, nomor tersebut bukan milik resmi Bupati. Oknum di balik nomor itu diduga sengaja memanfaatkan nama besar kepala daerah untuk meyakinkan calon korban.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik Minahasa Utara, Asriyadi Lalompoh, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menyebut, pelaku mencoba membangun komunikasi dengan aparat desa sambil membawa-bawa nama Bupati Joune Ganda.

“Ada oknum yang mengaku sebagai bupati untuk tujuan yang tidak baik. Bahkan sempat menghubungi salah satu hukum tua dengan menawarkan penjualan emas,” ujar Asriyadi saat dikonfirmasi.

Menurutnya, pola seperti ini bukan hal baru dalam praktik penipuan digital. Pelaku biasanya memanfaatkan jabatan atau nama pejabat publik agar korban merasa yakin dan tidak curiga.

Ia menegaskan, Bupati Joune Ganda tidak pernah melakukan transaksi pribadi ataupun permintaan tertentu melalui nomor tidak resmi. Jika ada pesan, telepon, atau permintaan yang mengatasnamakan pejabat daerah, masyarakat diminta tidak langsung percaya.

“Pastikan terlebih dahulu melalui kanal resmi pemerintah. Jangan mudah menindaklanjuti permintaan yang berpotensi merugikan,” katanya.

Pemkab Minahasa Utara juga meminta warga yang menerima pesan serupa agar segera mengabaikannya. Bila perlu, laporkan ke aparat penegak hukum untuk mencegah jatuhnya korban lain.

Di tengah maraknya penipuan berbasis digital, kewaspadaan masyarakat dinilai menjadi kunci utama. Modus yang terus berkembang menuntut warga untuk lebih selektif dan tidak gegabah saat menerima komunikasi mencurigakan, terlebih yang mencatut nama pejabat publik.* (Denny)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.