Adu Gagasan Remaja GMIM, Isu AI Jadi Sorotan di Malam Final

oleh -132 Dilihat
Gambar: Suasana malam final Pemilihan Remaja Teladan GMIM Wilayah Minawerot di Jemaat Paulus Kauditan, saat para finalis menjawab pertanyaan dewan juri terkait kecerdasan buatan (AI) dan kehidupan iman Jumat, 27 Maret 2026. Foto: Denny.

IKNews, MINUT – Malam final Pemilihan Remaja Teladan GMIM Wilayah Minawerot 2026 yang digelar di Jemaat Paulus Kauditan, Jumat (27/03/2026), berlangsung dinamis. Bukan sekadar ajang penobatan, panggung ini berubah menjadi ruang adu gagasan para finalis, terutama saat isu kecerdasan buatan (AI) diangkat dalam sesi penilaian.

Tiga finalis terbaik harus menjawab pertanyaan kritis dari Bupati Joune Ganda yang hadir sebagai juri kehormatan. Dalam sesi Top Three, ia menyoroti bagaimana generasi muda memahami perkembangan teknologi, khususnya AI, dan kaitannya dengan kehidupan remaja serta iman Kristen.

Pertanyaan itu langsung disambut beragam jawaban dari para finalis. Ada yang menyoroti AI sebagai alat bantu belajar, ada pula yang menyebut kemudahan mencari referensi tugas hingga bahan khotbah melalui internet. Namun, para peserta juga menekankan pentingnya memilah informasi yang diperoleh dari teknologi tersebut.

Di hadapan peserta dan jemaat yang memadati lokasi, Joune Ganda mengingatkan bahwa pemanfaatan AI harus tetap diiringi sikap kritis. Ia menegaskan bahwa teknologi dapat membantu, tetapi tidak boleh menggantikan sumber utama dalam kehidupan iman.

“Teknologi memudahkan, tapi soal iman, dasar utamanya tetap Alkitab,” ujarnya.

Suasana malam final terasa hidup dengan respons penonton yang beberapa kali memberikan tepuk tangan atas jawaban para finalis. Penilaian tidak hanya berfokus pada kemampuan berbicara, tetapi juga kedalaman pemahaman serta karakter yang ditampilkan peserta.

Dari hasil penilaian dewan juri, Daniel Piri dari Jemaat Ebenhaezer Treman keluar sebagai Remaja Teladan Putra. Sementara itu, gelar Remaja Teladan Putri diraih Majesty Mikha Lontoh dari Jemaat Imanuel Kaima.

Ajang ini tidak hanya melahirkan pemenang, tetapi juga memperlihatkan bagaimana remaja gereja mulai bergulat dengan isu-isu modern tanpa meninggalkan nilai-nilai iman yang menjadi dasar kehidupan mereka.* (Denny)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.