IKNews, BENGKULU SELATAN — Sejumlah persoalan pembangunan di tingkat desa dan kelurahan mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Kota Manna dan Kecamatan Pasar Manna. Forum yang digelar di Kantor Camat Kota Manna itu menjadi ruang bagi perwakilan masyarakat menyampaikan kebutuhan riil yang selama ini dirasakan di wilayah perkotaan Bengkulu Selatan.
Berbagai usulan disampaikan, mulai dari perbaikan infrastruktur lingkungan, penguatan ekonomi masyarakat, hingga peningkatan layanan dasar. Sejumlah kepala desa dan lurah menekankan pentingnya penentuan skala prioritas agar program yang diusulkan tidak sekadar berulang setiap tahun, tetapi benar-benar terealisasi.
Staf Ahli Bupati Bengkulu Selatan Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Sukarni, mengatakan forum kecamatan memiliki peran penting sebagai penyaring usulan dari tingkat bawah sebelum dibahas lebih lanjut di tingkat kabupaten. Menurutnya, banyaknya usulan harus diimbangi dengan kemampuan daerah serta fokus pembangunan yang jelas.
Ia menilai, partisipasi aktif desa dan kelurahan menjadi kunci agar perencanaan tidak lepas dari kebutuhan masyarakat. “Musrenbang kecamatan ini menjadi tahapan penting untuk melihat mana yang paling mendesak dan berdampak langsung bagi warga,” ujarnya di sela kegiatan.
Diskusi berlangsung cukup dinamis. Sejumlah peserta menyoroti persoalan klasik seperti drainase, jalan lingkungan, serta fasilitas umum yang dinilai belum merata. Ada pula dorongan agar program pemberdayaan ekonomi mendapat porsi lebih besar, khususnya bagi pelaku usaha kecil di wilayah perkotaan.
Hasil pembahasan Musrenbang kecamatan tersebut akan dirangkum dan diajukan ke tingkat kabupaten sebagai bahan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Bengkulu Selatan tahun 2027. Pemerintah daerah diharapkan mampu memilah usulan agar perencanaan pembangunan lebih terarah dan tidak sekadar administratif.* (Mg02)






