Usai Perombakan Pejabat, Bupati Jember Tekankan Pengawasan Layanan hingga Tingkat Kecamatan

oleh -67 Dilihat
Gambar: Bupati Jember Muhammad Fawait saat melantik dan mengukuhkan pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember di Pendopo Wahyawibawagraha, Jumat, 23 Januari 2026. Foto: Sofyan

IKNews, JEMBER – Pemerintah Kabupaten Jember mulai menata ulang kekuatan birokrasi memasuki tahun 2026. Langkah tersebut ditandai dengan pelantikan dan pengukuhan ratusan pejabat administrator dan pengawas yang digelar di Pendopo Wahyawibawagraha, Jumat (23/1/2026).

Sebanyak 190 pejabat dari jenjang eselon II dan III resmi mengisi struktur organisasi baru yang disesuaikan dengan Susunan Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Pemkab Jember.

Penataan ini disebut sebagai bagian dari upaya mempercepat kinerja pemerintahan dan memastikan pelayanan publik berjalan lebih efektif.

Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan, pengisian jabatan tersebut bukan sekadar rotasi administratif, melainkan langkah awal untuk memastikan birokrasi siap bekerja secara maksimal di tahun mendatang.

Gambar: Bupati Jember Muhammad Fawait saat melantik dan mengukuhkan pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Jember di Pendopo Wahyawibawagraha, Jumat, 23 Januari 2026. Foto: Sofyan

“Setelah ini tidak ada lagi alasan adaptasi. Tahun 2026 adalah tahun pembuktian kinerja,” kata Fawait saat ditemui usai pelantikan.

Ia menyoroti capaian pelayanan publik Jember yang dinilai menunjukkan tren positif, khususnya di kawasan Tapal Kuda. Salah satu inovasi yang disebutnya berdampak langsung bagi masyarakat adalah layanan administrasi kependudukan yang kini dapat diakses langsung di tingkat kecamatan.

Meski demikian, Fawait mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat jajaran pemerintahan lengah. Ia meminta camat, lurah, dan pejabat teknis turun langsung memantau pelayanan, sekaligus memastikan tidak ada praktik pungutan liar.

“Pelayanan harus diawasi betul. Kalau ditemukan pungli, kami tidak akan ragu bertindak tegas,” ujarnya.

Menurut Fawait, dinamika pergeseran jabatan merupakan hal yang lumrah dalam birokrasi dan tidak semestinya mengganggu pelayanan kepada masyarakat. Ia mengklaim sepanjang 2025, sejumlah indikator kepuasan publik menunjukkan peningkatan, bahkan menempatkan Jember sebagai salah satu daerah dengan performa pelayanan terbaik di wilayah Tapal Kuda.* (Mg02)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.