IKNews, JEMBER – Aroma tempe goreng yang masih hangat menyeruak di depan Markas Provost Brigif 9/DY/2 Kostrad, Jember, Kamis sore. Puluhan warga tampak mengantre tertib. Sebagian baru pulang kerja, lainnya ibu rumah tangga yang datang bersama anak-anak mereka. Dalam waktu singkat, ratusan bungkus tempe yang dibagikan cuma-cuma habis tak tersisa.
Aksi berbagi itu digagas Tim Relawan TEMPE ABY bersama jajaran Provost Brigif 9/DY/2 Kostrad dalam rangka Ramadhan 1447 Hijriah. Bukan takjil manis atau nasi kotak seperti lazimnya, melainkan tempe—pangan sederhana yang kaya protein dan akrab di meja makan masyarakat.
Komandan Seksi Provost Brigif 9/DY/2 Kostrad, Serma Muhammad Thalib, ditemui di sela kegiatan mengatakan kolaborasi tersebut lahir dari obrolan ringan tentang pentingnya asupan bergizi selama puasa. “Kami ingin kegiatan yang benar-benar bermanfaat. Tempe ini sederhana, tapi kandungan gizinya tinggi dan dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.
Di lokasi yang sama, Abdur Rohman, pemilik usaha TEMPE ABY, menyebut pembagian tempe dipilih sebagai bentuk kepedulian sekaligus upaya mengangkat produk UMKM lokal. Ia mengaku tak menyangka respons warga begitu cepat. “Belum sampai setengah jam, sudah habis. Artinya kebutuhan pangan bergizi dengan harga terjangkau memang tinggi,” katanya.
Sejumlah warga mengaku terbantu. Siti Aminah (43), warga sekitar Patrang, menuturkan tempe menjadi menu andalan saat sahur maupun berbuka. “Murah, bisa diolah macam-macam, dan bikin kenyang lebih lama,” ujarnya sambil tersenyum.
Selain menjadi sumber protein nabati, tempe juga mengandung serat, vitamin B kompleks, dan mineral yang membantu menjaga daya tahan tubuh—terutama saat pola makan berubah selama Ramadhan. Di tengah harga kebutuhan pokok yang fluktuatif, pembagian bahan pangan bergizi seperti ini dinilai lebih tepat sasaran.
Kegiatan tersebut juga melibatkan sejumlah prajurit yang ikut membantu membagikan tempe kepada warga. Tidak ada panggung seremoni atau sambutan panjang. Pembagian dilakukan sederhana di tepi jalan depan markas, menyasar masyarakat yang melintas maupun warga sekitar.
Relawan TEMPE ABY memastikan kegiatan serupa akan digelar kembali selama Ramadhan, bergantung pada dukungan para donatur dan ketersediaan produksi. “Selama masih ada yang mau berbagi dan yang membutuhkan, kami siap jalan,” ujar Abdur Rohman.* (Sofyan)






