IKNews, JEMBER — Di tengah suasana dini hari yang biasanya lengang, Aula Praja Mukti justru dipenuhi ratusan awak media yang berkumpul bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Jember, Rabu (18/3/2026). Pertemuan yang dikemas dalam agenda sahur bersama itu menjadi ruang diskusi terbuka antara pemerintah dan insan pers.
Bupati Jember, Muhammad Fawait, dalam kesempatan tersebut melontarkan analogi yang cukup mencuri perhatian. Ia menyebut Jember sebagai “singa yang selama ini tertidur” dan kini mulai menunjukkan tanda-tanda kebangkitan.
“Potensi kita besar, hanya perlu digerakkan bersama. Ini saatnya Jember bangkit,” ujarnya di hadapan para jurnalis.
Suasana acara berlangsung santai, tanpa sekat formal yang kaku. Sejumlah wartawan terlihat memanfaatkan momen itu untuk berdialog langsung dengan kepala daerah maupun pejabat organisasi perangkat daerah (OPD) yang turut hadir.
Fawait menegaskan, peran media tidak sekadar sebagai penyampai informasi, tetapi juga bagian dari penggerak perubahan. Ia menilai, arah pembangunan daerah tidak bisa dilepaskan dari kontribusi pemberitaan yang membangun.
Menurutnya, kondisi Jember saat ini sudah berada di jalur yang tepat, meski masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama dalam penanganan kemiskinan dan pemerataan pembangunan.
Dalam diskusi tersebut, isu kolaborasi menjadi salah satu yang mencuat. Pemerintah daerah membuka ruang lebih luas bagi media untuk terlibat dalam mengawal program-program strategis, termasuk memastikan informasi yang sampai ke masyarakat tetap akurat dan berimbang.
Sejumlah jurnalis yang hadir menyambut positif pendekatan yang lebih terbuka ini. Mereka menilai komunikasi langsung seperti ini jarang terjadi dan bisa menjadi awal hubungan yang lebih transparan ke depan.
Kegiatan kemudian berlanjut dengan santap sahur bersama. Di sela-sela itu, obrolan ringan hingga isu serius terus bergulir, mencerminkan hubungan yang mulai cair antara pemerintah daerah dan insan pers.
Pertemuan dini hari ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sinyal bahwa pemerintah daerah tengah berupaya membangun komunikasi yang lebih intens—seiring ambisi membawa Jember keluar dari fase “tidur” menuju daerah yang lebih kompetitif.* (Sofyan)






