IKNews, BLITAR – RSUD Srengat membuka ruang dialog dengan insan pers Blitar Raya melalui kegiatan pengenalan layanan rumah sakit yang digelar di Aula Candi Mleri, lantai II RSUD Srengat, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar, Jumat (19/12/2025). Kegiatan ini tidak hanya membahas fasilitas dan layanan kesehatan, tetapi juga menyentuh aspek keselamatan di lapangan yang kerap dihadapi wartawan.
Sejak pagi, suasana aula tampak cair. Puluhan jurnalis dari berbagai media disambut langsung oleh jajaran manajemen, humas, hingga tenaga medis RSUD Srengat. Alih-alih sekadar pemaparan satu arah, kegiatan berlangsung interaktif dengan diskusi terbuka dan simulasi singkat pertolongan pertama.
Kepala Bagian Umum dan Keuangan RSUD Srengat, Hadi Siswoyo P., menjelaskan bahwa media memiliki peran strategis dalam membangun pemahaman publik terkait layanan kesehatan. Menurutnya, hubungan yang terbangun selama ini menunjukkan dampak positif bagi perkembangan rumah sakit daerah tersebut.
“Kami melihat teman-teman wartawan bukan hanya sebagai penyampai informasi, tapi juga mitra. Karena itu, kami ingin berbagi, termasuk hal-hal mendasar yang bisa berguna ketika mereka berada di lapangan,” ujarnya.
Salah satu materi yang menarik perhatian peserta adalah praktik pertolongan pertama pada korban kecelakaan. Dokter spesialis RSUD Srengat memberikan penjelasan singkat disertai simulasi penanganan awal yang aman, khususnya untuk kondisi darurat sebelum tenaga medis tiba.
Hadi menilai, wartawan kerap menjadi pihak pertama yang tiba di lokasi kejadian, terutama kecelakaan lalu lintas. Tanpa pengetahuan dasar, penanganan yang keliru justru berpotensi memperburuk kondisi korban.
“Harapannya, jika menghadapi situasi mendesak, mereka bisa membantu dengan cara yang tepat dan tidak membahayakan pasien,” tambahnya.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari peserta. Alfn, jurnalis media online Totabuan.news yang juga tergabung dalam organisasi profesi wartawan, mengaku materi yang disampaikan relevan dengan kondisi kerja di lapangan.
“Bagi kami, ini sangat bermanfaat. Pengetahuan dasar tentang pertolongan pertama penting, karena di lapangan sering kali kami lebih dulu melihat kejadian sebelum petugas medis datang,” katanya.
Ia juga mengapresiasi langkah RSUD Srengat yang mau berbagi pengetahuan praktis, bukan hanya memaparkan program layanan. “Setidaknya kami tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat menemui korban kecelakaan di jalan,” pungkasnya.* (Mg02)






