IKNews, JEMBER – Pemerintah Kecamatan Gumukmas bergerak cepat menindaklanjuti laporan masyarakat terkait kualitas menu dalam program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Camat Gumukmas, Dannie Allcholin, mendatangi langsung dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gumukmas 02 di Dusun Jatiagung, Desa Gumukmas, guna melakukan monitoring dan evaluasi terhadap kelayakan makanan, variasi menu, serta standar kandungan gizi (04/03/2026).
Langkah tersebut dilakukan setelah pihak kecamatan menerima sejumlah keluhan dari masyarakat penerima manfaat terkait kualitas menu yang disajikan. Peninjauan langsung ke dapur SPPG dilakukan sebagai bentuk respons cepat pemerintah kecamatan dalam memastikan program MBG berjalan sesuai tujuan dan standar yang telah ditetapkan.
“Laporan yang disampaikan oleh masyarakat penerima manfaat sudah kami tindak lanjuti secara langsung dengan mendatangi SPPG,” ujar Dannie.
Ia menegaskan bahwa pengawasan tersebut merupakan bagian dari instruksi Bupati Jember untuk mengawal pelaksanaan program MBG yang menjadi kebijakan nasional dari Presiden Prabowo Subianto. Pengawasan dilakukan untuk memastikan kualitas dan kuantitas makanan tetap terjaga, sekaligus mengevaluasi komposisi menu yang diberikan kepada penerima manfaat.
Menurutnya, aspek utama yang menjadi perhatian adalah kecukupan gizi dalam setiap menu yang disajikan serta kesesuaian dengan standar harga yang telah ditetapkan pemerintah, yakni Rp8.000 untuk porsi kecil dan Rp10.000 untuk porsi besar. Dalam pelaksanaannya, terdapat dua pola penyajian menu, yakni menu hasil pabrikasi dan menu olahan langsung dari dapur.
Menu pabrikasi umumnya memiliki tampilan lebih rapi, kemasan menarik, dan daya tahan lebih lama, namun belum tentu memiliki kandungan gizi yang optimal. Sementara itu, menu olahan langsung dari dapur dinilai memiliki nilai gizi lebih baik, meskipun memiliki tantangan pada aspek estetika penyajian serta daya tahan makanan.
Dannie menilai penataan makanan juga memiliki peran penting dalam meningkatkan selera makan penerima manfaat. Ia mencontohkan fenomena warung kopi pinggir jalan yang meskipun sederhana dan murah, mampu menyajikan rasa yang tidak kalah dengan kopi di kafe, namun kafe memiliki keunggulan dalam hal kemasan dan pengalaman penyajian.
“Hasil monitoring menunjukkan bahwa SPPG Gumukmas 02 ke depan akan lebih mengutamakan penyajian menu olahan. Meski begitu, tentu ada tantangan teknis, misalnya pada buah pisang yang jika dipotong akan cepat berubah warna menjadi hitam,” jelasnya.
Ia menambahkan, ke depan menu harian akan ditampilkan secara periodik lengkap dengan gambar serta rincian harga setiap komponen makanan sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat.
Di sisi lain, Kepala SPPG Jember Gumukmas 02, Novardin, menegaskan bahwa menu yang didistribusikan telah disusun sesuai standar gizi program MBG dengan memperhatikan kebersihan dapur, kualitas bahan, serta nilai kandungan gizi. Meski dapur SPPG baru beroperasi beberapa hari sehingga tampilan menu dinilai masih perlu ditingkatkan, pihaknya tetap terbuka terhadap kritik dan saran masyarakat serta berkomitmen melakukan pembenahan agar program MBG dapat berjalan semakin optimal dan memberikan manfaat terbaik bagi penerima manfaat.* (Sofyan)






