IKNews, WONOSOBO — Kerusakan jalan di ruas Kalibeber hingga Desa Deroduwur, Kecamatan Mojotengah, kembali menjadi sorotan warga. Kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki secara menyeluruh membuat aktivitas masyarakat terganggu, bahkan memicu aksi protes unik di tengah jalan.
Hasil pantauan di lapangan menunjukkan, kerusakan paling parah berada di jalur Desa Bondalem hingga wilayah Dero Ngisor. Di sepanjang titik tersebut, spanduk-spanduk bernada keluhan terpasang di pinggir jalan sebagai bentuk kekecewaan warga terhadap kondisi infrastruktur yang tak kunjung membaik.
Sejumlah warga mengaku, kerusakan jalan tersebut sudah berlangsung lama, bahkan diperkirakan antara lima hingga sepuluh tahun. Selama ini, perbaikan yang dilakukan dinilai hanya bersifat sementara.
“Yang ada cuma tambal sulam, tidak bertahan lama. Begitu hujan, rusak lagi,” ungkap salah satu warga.
Puncak kekesalan warga sempat terjadi pada Sabtu (28/2/2026). Saat itu, warga melakukan aksi protes dengan cara tak biasa—menanam pohon pisang di tengah jalan berlubang, memancing di genangan air, hingga mencuci pakaian di kubangan yang terbentuk akibat kerusakan jalan.
Aksi tersebut bukan tanpa alasan. Jalan sepanjang kurang lebih 6,3 kilometer itu merupakan akses vital bagi masyarakat, termasuk untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, hingga mobilitas harian warga.
Kerusakan jalan juga dinilai membahayakan pengguna, terutama pengendara roda dua yang kerap terjebak lubang saat melintas.
Warga juga menyoroti kondisi jalan menjelang Hari Raya. Meski sempat terlihat adanya tumpukan material dan perbaikan terbatas menggunakan pasir, namun upaya tersebut belum mampu mengatasi kerusakan secara menyeluruh.
Ironisnya, jalan tersebut merupakan akses utama menuju makam KH Haji Muntaha Al-Hafidz, tokoh nasional sekaligus pendiri Universitas Sains Al-Qur’an. Kondisi ini dinilai mencoreng akses menuju salah satu lokasi penting di Wonosobo.
Sementara itu, Camat Mojotengah, Eko Widi Nugroho, sebelumnya telah menemui warga saat aksi berlangsung. Ia menyampaikan bahwa pihak kecamatan telah berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten terkait rencana perbaikan jalan tersebut.
Namun hingga kini, warga masih menunggu realisasi perbaikan yang lebih konkret. Bahkan, aliansi warga disebut telah menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Kabupaten Wonosobo agar segera mengambil langkah nyata.
Jika tak kunjung ada perbaikan menyeluruh, warga khawatir kondisi jalan akan semakin parah dan terus menghambat aktivitas masyarakat.* (Agung)






