IKNews, TANJUNG JABUNG BARAT – Pagi itu, sejumlah titik di Kuala Tungkal dan sekitarnya tampak lebih ramai dari biasanya. Aparatur sipil negara, personel TNI-Polri, hingga warga terlihat memegang sapu, cangkul, dan karung sampah. Mereka menyebar ke ruang-ruang publik, rumah ibadah, hingga tempat pemakaman umum.
Aksi bersih serentak ini merupakan bagian dari Gerakan Indonesia ASRI yang mulai digerakkan sejak 6 Februari 2026. Di Tanjung Jabung Barat, pemerintah daerah memilih turun langsung ke lapangan alih-alih sekadar menggelar seremoni.
Di beberapa lokasi, tumpukan sampah yang sebelumnya menumpuk di sudut jalan dan drainase diangkut bersama. Sejumlah pemuda tampak membantu memangkas rumput liar, sementara petugas gabungan membersihkan selokan yang tersumbat.
Gerakan tersebut disebut sebagai tindak lanjut arahan Prabowo Subianto terkait penguatan budaya bersih dan penghijauan. Namun di lapangan, kegiatan lebih terlihat sebagai kerja kolektif lintas unsur ketimbang agenda simbolik.
Sekretaris Daerah Tanjab Barat, Hermansyah, mengatakan gerakan ini diarahkan untuk membangun kebiasaan, bukan sekadar rutinitas sesaat. “Kalau hanya ramai di awal lalu berhenti, tidak ada dampak jangka panjang. Yang ingin dibangun adalah kesadaran,” ujarnya di sela kegiatan.
Selain kerja bakti, sejumlah perangkat daerah juga menyisipkan edukasi soal pengelolaan sampah rumah tangga dan pentingnya menjaga ruang terbuka hijau. Pemerintah daerah menargetkan kegiatan serupa menjangkau desa dan kelurahan agar partisipasi masyarakat semakin luas.
Beberapa warga yang ditemui mengaku menyambut baik kegiatan tersebut, meski berharap konsistensi tetap dijaga. “Kalau rutin dan ada pengawasan, lingkungan pasti lebih terawat,” kata seorang warga Kuala Tungkal.
Pemerintah kabupaten menyatakan gerakan ini akan dikawal melalui program lingkungan yang berkelanjutan, termasuk dukungan kebijakan dan koordinasi lintas sektor. Tantangannya, bagaimana memastikan semangat gotong royong tetap hidup setelah kegiatan serentak usai.* (Mg02)






