IKNews, JAMBI – Layanan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) milik Bank 9 Jambi hingga Rabu malam belum kembali normal setelah terjadi gangguan sistem yang diduga akibat serangan siber.
Kondisi ini menjadi pembahasan utama dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan dan Luar Biasa yang digelar di Grand Ballroom Mahligai 9, Kantor Pusat Bank 9 Jambi, Telanaipura, Kota Jambi.
Pantauan di lokasi, rapat yang dimulai sekitar pukul 21.00 WIB itu dihadiri para kepala daerah se-Provinsi Jambi selaku pemegang saham.
Sejumlah pejabat daerah tampak berdatangan sejak malam hari untuk mengikuti agenda yang berlangsung tertutup tersebut.
Gangguan sistem perbankan yang terjadi beberapa waktu terakhir berdampak langsung pada layanan ATM. Sejumlah nasabah mengeluhkan tidak bisa melakukan penarikan tunai melalui mesin ATM, meski layanan di kantor cabang tetap berjalan.
Gubernur Jambi, Al Haris, usai rapat memastikan dana dan transaksi nasabah tetap aman. Ia menegaskan operasional perbankan, termasuk pembayaran gaji Aparatur Sipil Negara (ASN), tidak mengalami kendala.
“Transaksi tidak ada masalah. Masyarakat masih bisa bertransaksi di kantor bank. Untuk sementara memang ATM belum bisa digunakan,” ujarnya kepada wartawan.
Menurutnya, pemerintah provinsi tengah berkoordinasi dengan otoritas terkait guna mempercepat pemulihan sistem serta memperkuat keamanan digital bank daerah tersebut. Evaluasi menyeluruh terhadap infrastruktur teknologi informasi juga menjadi sorotan dalam rapat.
Sejumlah pemegang saham mendorong manajemen bank agar memperketat sistem pengamanan siber, termasuk mitigasi risiko kebocoran data dan gangguan layanan.
Pasalnya, Bank 9 Jambi memegang peran penting dalam pengelolaan keuangan pemerintah daerah serta transaksi masyarakat di kabupaten dan kota.
Hingga berita ini diturunkan, manajemen bank belum merinci target waktu pemulihan penuh layanan ATM. Nasabah diimbau sementara waktu melakukan transaksi langsung di kantor cabang terdekat.* (Jun)






