IKNews, JEMBER – Menjelang bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri, pengawasan terhadap ketersediaan dan distribusi bahan pangan di Kabupaten Jember diperketat. Langkah ini menyusul kekhawatiran klasik yang kerap berulang setiap tahun: potensi penimbunan, distribusi tak merata, hingga lonjakan harga bahan pokok dan gas LPG subsidi 3 kilogram.
Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polres Jember mulai melakukan kontrol intensif di sejumlah titik rawan, mulai dari pasar tradisional, distributor bahan pokok, hingga agen dan pangkalan LPG. Pengawasan ini dilakukan untuk menutup celah praktik spekulasi yang berpotensi merugikan masyarakat kecil.
Kanit Tipidter Satreskrim Polres Jember, Ipda Harry Sasono, menyatakan bahwa peningkatan aktivitas ekonomi menjelang hari besar keagamaan sering dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk meraup keuntungan tidak wajar. Pola yang kerap muncul di antaranya adalah penimbunan stok di tingkat distributor serta penjualan di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.
“Kontrol ini bukan sekadar imbauan. Kami melakukan pemantauan langsung untuk memastikan barang tersedia dan harga tidak dimainkan,” tegas Ipda Harry.
Meski kepolisian memastikan stok bahan pokok dan LPG subsidi dalam kondisi aman, pengawasan tetap diperketat guna memastikan distribusi benar-benar sampai ke masyarakat. Pasalnya, dalam banyak kasus, kelangkaan bukan disebabkan minimnya stok nasional, melainkan terganggunya rantai distribusi di tingkat bawah.
Satgas Pangan juga memberi peringatan keras kepada pelaku usaha agar tidak memanfaatkan momentum Ramadan untuk melakukan penimbunan atau permainan harga. Praktik semacam ini dinilai tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga berpotensi memicu keresahan sosial di tengah masyarakat yang sedang bersiap menjalankan ibadah.
Polres Jember menegaskan tidak akan ragu mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti melanggar. Penindakan, menurut kepolisian, diperlukan sebagai efek jera sekaligus untuk menjaga stabilitas pangan daerah.
Dengan pengawasan yang diperketat ini, aparat berharap kebutuhan pokok masyarakat tetap terjaga, harga terkendali, dan distribusi berjalan adil. Ramadan dan Idulfitri pun diharapkan dapat dijalani masyarakat tanpa dibayangi kekhawatiran akan kelangkaan pangan maupun gas LPG subsidi.* (Mg-02)






