Jelang Lebaran, Harga Cabai di Kotabunan Merangkak Naik

oleh -174 Dilihat
Gambar: Petugas dari Polres Bolaang Mongondow Timur bersama instansi terkait memeriksa harga cabai dan bahan pokok lainnya saat inspeksi mendadak di Pasar Tradisional Kotabunan, Rabu, 4 Maret 2026. (Foto: Humas Polres Boltim)

IKNews, BOLAANG MONGONDOW TIMUR — Sepekan memasuki Ramadan, harga sejumlah kebutuhan pokok di Pasar Tradisional Kotabunan mulai bergerak. Cabai rawit dan telur ayam terpantau naik, sementara tomat justru anjlok tajam.

Kondisi itu terlihat saat jajaran Polres Bolaang Mongondow Timur bersama Tim Satgas Pangan dan instansi terkait melakukan inspeksi mendadak di pasar tersebut, Rabu (4/3/2026) sekitar pukul 10.00 WITA. Petugas menyisir lapak pedagang, mencatat harga, sekaligus berdialog langsung dengan penjual dan pembeli.

Dari hasil pantauan, stok beras, gula pasir, minyak goreng, daging sapi hingga ayam pedaging dinilai masih mencukupi hingga Idul Fitri 1447 Hijriah. Harga beras medium berkisar Rp15.000 per kilogram, gula pasir Rp18.000–Rp19.000 per kilogram, dan minyak goreng kemasan sederhana sekitar Rp18.000 per liter. Daging sapi dijual di kisaran Rp130.000–Rp135.000 per kilogram, sementara ayam pedaging sekitar Rp75.000 per ekor.

Namun beberapa komoditas mengalami kenaikan. Cabai rawit yang sebelumnya Rp25.000 per kilogram kini menembus Rp35.000 hingga Rp40.000 per kilogram. Telur ayam juga naik dari Rp55.000 per bak menjadi Rp58.000–Rp63.000 per bak. Bawang merah bergerak tipis dari Rp38.000 menjadi Rp40.000 per kilogram.

Di sisi lain, harga tomat justru turun drastis dari Rp12.000 menjadi Rp5.000 per kilogram. Sejumlah pedagang mengaku penurunan itu dipicu melimpahnya pasokan dari petani lokal.

“Kenaikan cabai biasanya karena pasokan dari luar daerah agak tersendat, apalagi cuaca kurang bagus,” ujar salah satu pedagang.

Kabag Ops Polres Boltim yang memimpin kegiatan mengatakan pengecekan dilakukan untuk memastikan tidak ada praktik penimbunan maupun permainan harga menjelang Lebaran. Menurutnya, pengawasan akan terus dilakukan secara berkala selama Ramadan.

Sementara itu, perwakilan Bagian Perekonomian dan SDA Pemkab Boltim menyebut kondisi harga masih dalam batas wajar. Pemerintah daerah bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) akan memantau pergerakan harga agar lonjakan tidak membebani masyarakat.

Sidak berakhir sekitar pukul 12.15 WITA. Meski ada kenaikan pada beberapa komoditas, secara umum aktivitas jual beli di Pasar Kotabunan berlangsung normal dengan pasokan yang dinilai aman hingga hari raya.* (Muklas)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.