IKNews, TANJUNGBALAI – Puluhan ucapan apresiasi terhadap keberhasilan Operasi Ketupat Toba 2026 kini menuai sorotan. Pasalnya, kondisi di lapangan dinilai tidak sepenuhnya mencerminkan klaim keberhasilan tersebut, khususnya di Pos Pengamanan (Pos PAM) Stasiun Kereta Api Tanjungbalai.
Pantauan RRI pada Rabu, 25 Maret 2026, menunjukkan Kepala Pos PAM enggan memberikan keterangan saat dimintai konfirmasi terkait situasi arus balik Lebaran. Bahkan, petugas terlihat menggunakan telepon genggam, namun kemudian tampak berbaring di kursi seolah tidur. Situasi ini menimbulkan pertanyaan terkait kesiapan dan profesionalisme petugas di lapangan.
Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Gerakan Pemuda Pembangunan Indonesia (GPPI) Tanjungbalai, M. Ryanda Panjaitan, menyayangkan sikap petugas. “Apresiasi yang diberikan kepada Polres Tanjungbalai seharusnya dibarengi dengan pelayanan dan keterbukaan informasi yang baik di lapangan. Namun yang terjadi justru sebaliknya,” ujarnya Jumat, 27 Maret 2026.
Ryanda menekankan pentingnya transparansi informasi bagi masyarakat, terutama dalam situasi yang menjadi perhatian publik luas, seperti arus balik Lebaran. Menurutnya, keterbukaan akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian dan meminimalisir kesalahpahaman.
“Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari Polres Tanjungbalai terkait insiden di Pos PAM. Kami berharap ke depan pihak kepolisian dapat lebih responsif dan terbuka kepada publik, khususnya bagi wartawan yang menjalankan tugas jurnalistik,” tambah Ryanda.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lapangan tetap aman, namun pengawasan terhadap pelayanan publik di Pos PAM menjadi sorotan warga dan tokoh masyarakat.* (Rio)






