ASTAGA! Oknum Guru Cabul di Kepahiang Lolos PPPK

oleh -800 Dilihat
Gambar: Ilustrasi menggambarkan kasus dugaan pelanggaran etika oleh oknum tenaga pendidik di Kabupaten Kepahiang, Rabu, 21 Januari 2026. Foto: Syarif.

IKNews, KEPAHIANG – Isu dugaan pencabulan yang sempat menghebohkan Kabupaten Kepahiang beberapa bulan lalu kembali mencuat. Seorang oknum guru honorer di salah satu sekolah menengah negeri favorit di daerah itu disebut-sebut telah dinyatakan lulus sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) formasi tahun 2025.

Berdasarkan penelusuran kru media ini, kasus dugaan perbuatan asusila tersebut sebelumnya ramai diberitakan oleh sejumlah media lokal. Informasi yang beredar menyebutkan bahwa dugaan tindakan tidak pantas itu bahkan telah disampaikan langsung kepada pihak sekolah, disertai pengakuan dari oknum guru yang bersangkutan di hadapan kepala sekolah.

Namun, perkembangan terbaru justru memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat. Oknum guru yang disebut dalam kasus tersebut kini tercatat lolos seleksi PPPK dan masih aktif menjalankan tugas sebagai tenaga pendidik di wilayah Pemerintah Daerah Kabupaten Kepahiang.

Kondisi ini memicu reaksi publik. Sejumlah warga mempertanyakan mekanisme verifikasi dan pertimbangan moral dalam proses rekrutmen aparatur pemerintah, terutama untuk profesi guru yang selama ini dipandang sebagai teladan bagi peserta didik.

“Kami heran, bagaimana mungkin guru yang pernah tersandung dugaan serius seperti itu bisa lolos dan tetap mengajar,” ujar salah seorang warga Kepahiang yang enggan disebutkan namanya.

Kru Infokini.news mencoba mengonfirmasi langsung kepada oknum guru tersebut melalui pesan WhatsApp. Dalam balasan singkat, yang bersangkutan menyatakan masih aktif mengajar dan mempertanyakan maksud konfirmasi yang dilakukan media.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 01 Kepahiang, Yeyen Beka, S.Pd., M.Pd., hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan. Upaya konfirmasi yang dilakukan melalui pesan WhatsApp belum mendapatkan jawaban, sehingga hak jawab dari pihak sekolah masih ditunggu.

Kasus ini kembali membuka ruang diskusi publik tentang integritas tenaga pendidik serta pentingnya transparansi dalam proses pengangkatan pegawai pemerintah, khususnya di sektor pendidikan.* (Mg02)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.