Gorontalo Dipercaya Jadi Lokomotif Hilirisasi Ternak Nasional

oleh -17 Dilihat
Gambar: Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyampaikan keterangan kepada awak media terkait mandat pemerintah pusat yang mempercayakan Provinsi Gorontalo sebagai lokomotif pengembangan hilirisasi industri ternak nasional, dengan dukungan anggaran Rp1,2 triliun untuk mendorong kesejahteraan masyarakat dan investasi sektor agromaritim.(1/1/2026) (Foto: Adit)

IKNews, KOTA GORONTALO – Pemerintah pusat melalui Presiden Prabowo Subianto memberikan mandat strategis kepada Provinsi Gorontalo untuk mengembangkan program hilirisasi industri ternak terintegrasi. Program nasional ini dijalankan di bawah kepemimpinan Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail.

Gubernur Gusnar Ismail mengungkapkan bahwa pelaksanaan program tersebut didukung oleh alokasi anggaran sebesar Rp1,2 triliun. Dana ini akan disalurkan melalui pemerintah kabupaten guna memastikan pelaksanaan program berjalan merata dan efektif di daerah.

Berdasarkan hasil survei tim Direktorat Jenderal Peternakan, terdapat empat wilayah yang dinilai memiliki potensi besar sebagai pusat pengembangan hilirisasi industri ternak, yakni Kabupaten Gorontalo, Gorontalo Utara, Bone Bolango, dan Boalemo.

Mantan anggota tim pengkajian strategis Lemhannas itu menegaskan pentingnya sinergi lintas pemerintahan dalam mendorong kesejahteraan masyarakat.

“Kesejahteraan rakyat hanya dapat dicapai melalui kolaborasi kuat antara pemerintah kabupaten dan pemerintah provinsi, dengan dukungan kebijakan yang terintegrasi,” ujarnya kepada awak media, Kamis (1/1/2026).

Kepercayaan pemerintah pusat kepada Gorontalo tidak terlepas dari daya tarik sektor agromaritim daerah tersebut. Selain dikenal sebagai salah satu penghasil jagung terbesar di Indonesia, Gorontalo juga menunjukkan perkembangan signifikan sebagai tujuan investasi, khususnya dalam pembangunan pabrik pakan ternak, peternakan ayam petelur dan broiler, serta fasilitas pemotongan unggas.* (Mg-02)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.