Bantah Tudingan Wali Kota, Keluarga Nani Wartabone Apresiasi Pemprov Gorontalo

oleh -23 Dilihat
Gambar: Yonas Wartabone (kiri) dan Irwan Hulukati (kanan) saat memberikan keterangan terkait pelestarian situs sejarah perjuangan Nani Wartabone, Gorontalo, Minggu, 25 Januari 2026. (Foto: IKY).

IKNews, GORONTALO – Keluarga Pahlawan Nasional Nani Wartabone membantah tudingan Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea yang menyebut Pemerintah Provinsi Gorontalo kurang memberi penghormatan kepada keluarga almarhum.

Yonas Wartabone, cucu Nani Wartabone, menegaskan bahwa Pemprov Gorontalo selama ini konsisten merawat dan melestarikan sejarah perjuangan kakeknya. Menurut Yonas, berbagai kegiatan seperti kirab bendera pusaka, haul, upacara peringatan, hingga ziarah makam bukan sekadar seremoni, tetapi bukti nyata perhatian pemerintah daerah.

“Mulai dari kirab bendera pusaka, haul, upacara hingga ziarah, itu semua bagian dari tanggung jawab pemerintah dalam merawat sejarah kepahlawanan Nani Wartabone. Sebagai cucu, saya bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Gorontalo,” ujar Yonas saat dihubungi wartawan, Minggu, 25 Januari 2026.

Ia menambahkan, penghormatan pemerintah juga diwujudkan melalui dokumentasi sejarah, termasuk peluncuran buku perjuangan Nani Wartabone bersama Komite 12 pada 5 Desember 2025 lalu. “Mengabadikan perjuangan beliau dalam bentuk buku adalah bentuk penghormatan tertinggi terhadap sejarah,” jelas Yonas.

Sementara itu, Ketua LSM Walihua, Irwan Hulukati, menyoroti polemik eks Rumah Jawatan kantor pos yang terletak di depan Rumah Dinas Wali Kota. Ia menantang Wali Kota Adhan Dambea untuk menunjukkan keberpihakan nyata dalam melestarikan situs sejarah.

“Penghormatan Pemprov sudah sangat luar biasa. Sekarang saya menantang Wali Kota untuk ‘pasang badan’ mempertahankan situs sejarah perjuangan 23 Januari 1942 agar tidak dihilangkan karena urusan bisnis,” tegas Irwan.

Ia menegaskan bahwa mempertahankan jejak sejarah jauh lebih penting dibanding kegiatan seremonial. “Di sini kita akan melihat apakah Wali Kota berpihak pada pelestarian sejarah atau justru tunduk pada kepentingan pebisnis yang ingin menukar sejarah dengan pembangunan hotel berbintang,” pungkasnya.* (MG02)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.