Harga Pinang di Kuala Betara Stabil, Ekonomi Desa Mulai Bergairah

oleh -189 Dilihat
Gambar: Hasil panen pinang di kebun desa Kuala Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi. Aktivitas ini menjadi tanda meningkatnya perputaran ekonomi masyarakat. Jum’at, 20 Februari 2026. Foto : Jun

IKNews, KUALA BETARA – Stabilnya harga pinang di tingkat perdesaan memberikan angin segar bagi warga Kecamatan Kuala Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi. Pantauan langsung wartawan di lapangan menunjukkan, harga pinang basah saat ini berkisar Rp9.500–Rp10.000 per kilogram, sedangkan pinang kering kelotok dijual antara Rp18.000–Rp20.000 per kilogram.

Kondisi ini memberi harapan baru bagi para petani yang menggantungkan penghasilan dari komoditas unggulan ini. Aktivitas jual beli di tingkat pengepul meningkat, transaksi di pertokoan terlihat lebih ramai, dan daya beli masyarakat berangsur membaik.

Edi, salah seorang petani pinang, mengaku lega dengan kondisi harga saat ini. “Alhamdulillah, dengan harga sekarang kami sangat terbantu. Hasil kebun bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari, bahkan ada sisa untuk ditabung,” ujarnya saat ditemui di kebunnya, Jum’at (20/2/2026) pagi.

Selain petani, para tengkulak atau pembeli pinang juga merasakan dampak positif. Salah satunya mengungkapkan, “Dengan harga seperti ini perputaran barang lancar, petani semangat menjual, dan kami bisa menjalankan usaha dengan baik. Semoga harga tidak lagi anjlok seperti dulu.”

Masyarakat setempat menilai perhatian pemerintah daerah dan wakil rakyat dalam menjaga stabilitas harga sangat membantu. Dukungan ini dianggap krusial untuk mendorong perputaran ekonomi desa dan memperkuat kesejahteraan petani pinang.

Warga berharap, harga yang stabil dapat terus bertahan bahkan meningkat, sehingga roda ekonomi pedesaan di Tanjung Jabung Barat semakin bergerak dan taraf hidup masyarakat meningkat.* (Jun)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.