IKNews, Kotamobagu – Pasar Senggol 2026 di Kota Kotamobagu terancam tidak digelar. Hingga kini, Pemerintah Kota Kotamobagu belum menerima proposal yang sesuai dari pihak kedua sebagai pengelola kegiatan tersebut.
Asisten I Sekretariat Daerah Kota Kotamobagu, Sahaya S. Mokoginta, menegaskan pemerintah hanya menyiapkan lokasi di eks Rumah Sakit Datoe Binangkang, yang merupakan aset daerah. Pemkot tidak lagi menyediakan lapak seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Kami hanya menyiapkan tempat. Untuk penyediaan lapak dikelola pihak kedua. Sampai saat ini kami masih menunggu proposal,” ujar Sahaya. Senin (02/03/26) saat dikonfirmasi.
Ia memastikan, jika tidak ada proposal yang masuk dan memenuhi ketentuan, maka Pasar Senggol tahun ini berpotensi tidak dilaksanakan.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disdagkop-UKM) Kota Kotamobagu, Ariono Potabuga, menyebut proposal memang sudah ada. Namun, lokasi yang diajukan berada di jalan umum Pasar Poyowa Kecil dan ditolak pemerintah daerah.
“Proposal sudah ada, tetapi lokasinya di jalan umum, sehingga tidak kami setujui,” jelas Ariono. saat diwawancarai dikantornya.
Pemkot menegaskan, lokasi Pasar Senggol harus berada di eks RS Datoe Binangkang untuk menghindari penggunaan fasilitas umum yang tidak sesuai peruntukan, sebagaimana menjadi perhatian sebelumnya dari Ombudsman Republik Indonesia.
Dengan belum adanya pengelola yang disepakati, pelaksanaan Pasar Senggol 2026 kini belum memiliki kepastian. (Gie)







