IKNews, BOLTIM – Saat sebagian wilayah masih berkutat dengan tumpukan laporan tanpa tindakan, Desa Molobog Barat mengambil jalan berbeda. Kamis, 28 Agustus 2025, perangkat desa setempat menemui langsung pihak Balai Sungai Provinsi Sulawesi Utara untuk mengajukan penanganan langsung atas banjir tahunan yang meresahkan warga.
Kunjungan ini bukan sekadar seremonial. Di bawah kepemimpinan Milka Mamonto sebagai PJ Kepala Desa, Pemdes membawa data lapangan, aduan warga, hingga rancangan solusi. Salah satu poin penting adalah usulan pengerjaan tanggul penahan banjir dan perbaikan saluran air yang dianggap mendesak.
Yang menarik, Balai Sungai merespons dengan menawarkan solusi berbasis gotong royong: bantuan material seperti bronjong dan geo bag akan diberikan, tetapi pengerjaan dilakukan oleh masyarakat sendiri.
“Kami pikir ini kesempatan baik. Masyarakat bisa terlibat langsung, dan merasa memiliki solusi ini. Tapi tentu kami akan musyawarahkan dulu agar semua sepakat,” ungkap Milka.
Model penanganan berbasis swakelola ini dianggap lebih efisien dan membangun solidaritas warga, terutama dalam menghadapi ancaman banjir yang terus berulang.
Banjir mungkin belum bisa dihilangkan sepenuhnya dalam waktu dekat, tapi langkah nyata ini menjadi bukti bahwa ketika desa bergerak duluan, perubahan bukan mustahil.
Peliput: Muklas