IKNews, BOLTIM – Senja mulai turun di Desa Bongkudai Barat, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Senin (16/3/2026). Di depan Kedai Bestie, sejumlah pemuda tampak membagikan paket takjil kepada warga yang melintas. Aktivitas sederhana itu menjadi pembuka kegiatan bertajuk PDKT atau Pekan Dakwah Karang Taruna yang digagas Karang Taruna Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).
Program tersebut dirancang sebagai ruang kebersamaan bagi kalangan muda untuk mengisi Ramadan dengan aktivitas sosial sekaligus diskusi yang memberi inspirasi. Setelah berbagi takjil kepada masyarakat, para peserta kemudian berkumpul untuk mengikuti dialog santai seputar peran pemuda di tengah perkembangan zaman.
Ketua Karang Taruna Boltim, Mohamad Taufik Mamonto, mengatakan kegiatan PDKT sengaja dikemas tidak formal agar pemuda merasa lebih nyaman berdiskusi dan saling bertukar gagasan.
Menurutnya, Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat solidaritas di kalangan pemuda sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kontribusi sosial di lingkungan sekitar.
“Kami ingin pemuda tidak hanya berkegiatan seremonial. Lewat PDKT ini mereka bisa berdiskusi, berbagi ide, sekaligus terlibat langsung dalam kegiatan sosial seperti berbagi takjil,” ujarnya di sela kegiatan.
Diskusi Ramadan yang digelar dalam kegiatan tersebut menghadirkan Ketua NU Boltim, Hendra Damopolii, serta Ketua GP Ansor Boltim, Saipul Amrin. Keduanya berbagi pandangan mengenai tantangan generasi muda di era digital.
Hendra menekankan bahwa perkembangan teknologi tidak bisa dihindari oleh generasi muda. Namun menurutnya, pemanfaatan teknologi harus tetap diimbangi dengan nilai-nilai keimanan agar tidak kehilangan arah.
“Teknologi harus dimanfaatkan secara positif. Tetapi fondasi iman dan takwa tetap penting agar generasi muda memiliki karakter yang kuat,” kata Hendra di hadapan peserta diskusi.
Sementara itu, Saipul Amrin mengingatkan bahwa pemuda desa juga memiliki peluang besar untuk berkembang jika mampu meningkatkan keterampilan dan literasi digital.
Ia mendorong anak-anak muda untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat.
Rangkaian kegiatan PDKT ditutup dengan buka puasa bersama yang diikuti oleh para pemuda Karang Taruna dan sejumlah masyarakat setempat. Momen kebersamaan itu menjadi penutup kegiatan yang tidak hanya menghadirkan suasana Ramadan, tetapi juga memperkuat semangat kolaborasi di kalangan generasi muda Boltim.* (Muklas)






