IKNews, BOLAANG MONGONDOW TIMUR — Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur mulai memperketat kesiapan administrasi keuangan daerah memasuki pertengahan Januari 2026. Hal itu terlihat dalam apel kerja yang dipimpin langsung Bupati Boltim Oskar Manoppo bersama seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN), Senin pagi.
Apel yang digelar di halaman Kantor Bupati Boltim itu menjadi ruang evaluasi awal tahun, terutama menyangkut pengelolaan dan pelaporan keuangan daerah. Bupati menyoroti pentingnya kecepatan dan ketepatan penyampaian data dari setiap organisasi perangkat daerah.
Menurut Oskar, proses penyusunan laporan keuangan sudah mulai berjalan seiring masuknya minggu ketiga Januari. Ia meminta seluruh satuan kerja tidak menunda permintaan data yang dibutuhkan Badan Keuangan Daerah.
“Permintaan data untuk laporan keuangan harus segera dipenuhi. Jangan menunggu. Kalau ada SKPD yang tidak kooperatif, saya minta Sekda untuk menunda sementara seluruh perjalanan dinas ke luar daerah,” ujar Oskar dengan nada tegas di hadapan peserta apel.
Selain soal laporan internal, perhatian Bupati juga tertuju pada agenda pemeriksaan eksternal. Ia memastikan bahwa dalam waktu dekat, auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) akan melakukan pra-audit terhadap laporan keuangan Pemkab Boltim.
Ia meminta para kepala SKPD, bendahara, PPTK, hingga pejabat pembuat komitmen untuk menyiapkan seluruh dokumen pertanggungjawaban belanja sejak dini. Administrasi yang tidak rapi, menurutnya, hanya akan menyulitkan saat proses pemeriksaan berlangsung.
Di sisi lain, Oskar mengungkapkan bahwa Pemkab Boltim telah menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu (PDTT) atas belanja daerah tahun anggaran 2024 dan 2025. Temuan dan koreksi dalam laporan tersebut diminta menjadi bahan evaluasi bersama.
“Koreksi dari BPK itu bukan untuk disembunyikan, tapi menjadi pegangan agar pengelolaan keuangan tahun 2026 lebih tertib dan akuntabel,” katanya.*(Mg-01)






