IKNews, BOLTIM – Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur memastikan kesiapan daerahnya menerima ratusan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Manado (UMMA) yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada awal 2026. Kepastian itu mengemuka dalam audiensi antara jajaran UMMA dan Bupati Boltim, Oskar Manoppo, yang berlangsung di ruang rapat bupati, Kamis (8/1/2026).
Pantauan wartawan, pertemuan tersebut tidak sekadar membahas agenda seremonial, tetapi lebih pada pemetaan lokasi penempatan mahasiswa serta sinkronisasi program pengabdian agar sejalan dengan kebutuhan masyarakat desa. Dua kecamatan yang menjadi sasaran utama KKN adalah Kotabunan dan Tutuyan.
Bupati Oskar Manoppo menegaskan bahwa pemerintah daerah membuka ruang seluas-luasnya bagi perguruan tinggi untuk terlibat langsung dalam pembangunan berbasis masyarakat. Menurutnya, kehadiran mahasiswa KKN di desa-desa diharapkan memberi dampak nyata, terutama pada sektor kesehatan, pendidikan, dan penguatan kapasitas warga.

“Pemkab Boltim, mulai dari kabupaten sampai pemerintah desa, pada prinsipnya siap menerima dan mendukung mahasiswa KKN UMMA,” kata Oskar Manoppo di hadapan pimpinan universitas.
Dari pihak UMMA, Wakil Sekretaris Pelaksana Rektor, Prof. Dr. Atok Miftacul Hulda, M.Pd, menjelaskan bahwa KKN tahun ini merupakan kelanjutan kerja sama formal antara UMMA dan Pemkab Boltim. Sebanyak 217 mahasiswa akan diterjunkan, mayoritas berasal dari Fakultas Ilmu Kesehatan, ditambah mahasiswa dari Fakultas Hukum dan Bisnis Digital.
Mahasiswa tersebut akan dibagi ke dalam 31 kelompok kecil, masing-masing beranggotakan enam hingga tujuh orang. Selama di lapangan, mereka akan didampingi 31 dosen pembimbing serta 10 satuan tugas. Kegiatan KKN dijadwalkan berlangsung selama kurang lebih tiga pekan, mulai 19 Januari hingga 9 Februari 2026.
Selain agenda KKN, UMMA juga menyampaikan dukungannya terhadap program Afirmasi Pendidikan Daerah di Boltim, khususnya untuk program studi Hukum, Bisnis Digital, dan PGSD. Program ini diarahkan untuk memperkuat target daerah dalam mencetak minimal satu sarjana di setiap desa.
Audiensi tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Boltim M. Iksan Pangalima, para asisten, Camat Kotabunan Idrus Paputungan, Camat Tutuyan Hesty Paputungan, serta jajaran pimpinan Universitas Muhammadiyah Manado dan tim pendamping.* (Mg01)








