IKNews, BOLTARA – Warga Desa Paku Selatan, Bolaang Mongondow Utara, khawatir dengan masuknya obat terlarang jenis sabu ke desa mereka. Kekhawatiran ini muncul setelah seorang pekerja tambang emas tertangkap membawa sabu pada Sabtu (3/1/2026) lalu.
Dalam rapat MusrembangDes di Kantor Desa Paku Selatan, pada Selasa 27/1/2026. warga Paku Selatan NW mengungkapkan bahwa banyaknya pendatang dari luar daerah membuat mereka khawatir akan keamanan lingkungan sosial. “Kami sangat khawatir dengan situasi yang ada di Desa Paku Selatan, semakin hari semakin bertambah jumlah pendatang dari luar Boltara tanpa ada pengawasan yang serius dari Pemerintah Desa,” ujarnya.
NW juga meminta Pemerintah Desa untuk meningkatkan pengawasan dan berkolaborasi dengan pihak kepolisian untuk mengantisipasi masuknya jaringan pengedar narkoba. “Kami juga mengusulkan untuk melakukan tes urine pada semua pendatang dari luar Boltara yang sedang beraktivitas sebagai penambang emas di Desa Paku Selatan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua BPD Sutrisno Bila meminta agar pendatang yang tidak jelas identitasnya dipulangkan ke daerah asal untuk melengkapi administrasi perjalanan mereka. Dan meminta pihak kepolisian agar melakukan tes Urine kepada semua pendatang dari luar Boltara yang sedang melakukan kegiatan penambangan Emas di Desa Paku Selatan.
Dia juga berharap agar pemerintah desa segera memulangkan mereka karena dikhawatirkan suda ada penyeludupan obat terlarang yang suda terstruktur, hal ini dibuktikan dengan dua orang dari mereka yang berhasil melarikan diri pasca penangkapan dua pekan lalu.
Menanggapi Hal itu, Kepala Desa Paku Selatan Sarip Ponamon. Spd. Mengungkapkan, kami sebagai pemerintah akang berupaya dalam menangani persoalan ini, “tentunya pemdas akang membuat pos pengamanan di jalan masuk ke pertambangan guna untuk memeriksa semua pendatang yang masuk.”tutupnya.* (Mg-02)







