Keluarga Dinilai Benteng Awal Cegah Narkoba di Boltim

oleh -323 Dilihat
Gambar: Kasat Resnarkoba Polres Bolaang Mongondow Timur IPTU Harun K. Pangalima saat menyampaikan materi pencegahan penyalahgunaan narkoba kepada peserta sosialisasi di Aula Lantai III Kantor Bupati Boltim, Desa Tutuyan III, Kecamatan Tutuyan, Kamis, 29 Januari 2026. Foto: Muklas.

IKNews, BOLTIM — Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di Bolaang Mongondow Timur tidak bisa hanya bertumpu pada aparat penegak hukum. Keluarga justru dinilai sebagai benteng paling awal dan menentukan dalam memutus rantai peredaran narkoba di tengah masyarakat.

Hal itu mengemuka dalam sosialisasi bahaya narkoba yang disampaikan Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Bolaang Mongondow Timur, IPTU Harun K. Pangalima, di Aula Lantai III Kantor Bupati Boltim, Desa Tutuyan III, Kecamatan Tutuyan, Kamis (29/1/2026).

Di hadapan peserta dari berbagai latar belakang, IPTU Harun menguraikan secara lugas pengertian narkoba yang mencakup narkotika, psikotropika, serta zat adiktif lainnya. Ia juga memaparkan contoh-contoh jenis narkoba yang kerap beredar di lingkungan masyarakat, termasuk modus penyalahgunaannya.

Menurutnya, penyalahgunaan narkoba kerap berakar dari persoalan sehari-hari yang sering dianggap sepele. Mulai dari pengaruh pergaulan bebas, lemahnya pengawasan orang tua, tekanan ekonomi, hingga minimnya pengetahuan tentang bahaya narkoba itu sendiri.

“Dampak narkoba tidak berhenti pada kesehatan pengguna. Ia merusak relasi sosial, menghancurkan ekonomi keluarga, dan mengancam masa depan generasi muda. Karena itu, pencegahan paling efektif harus dimulai dari rumah,” kata Harun saat menyampaikan materinya.

Ia menekankan, peran masyarakat menjadi kunci penting dalam upaya pencegahan. Aparat kepolisian, kata dia, tidak akan mampu bekerja sendiri tanpa dukungan lingkungan sekitar yang peduli dan berani bertindak.

Kegiatan yang berlangsung interaktif ini diwarnai dialog antara pemateri dan peserta. Sejumlah peserta aktif mengajukan pertanyaan seputar langkah pencegahan dini hingga mekanisme pelaporan jika menemukan indikasi peredaran narkoba di lingkungan mereka.

Sosialisasi berakhir sekitar pukul 13.30 Wita dalam situasi aman dan kondusif. Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran kolektif masyarakat Boltim semakin menguat untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari ancaman narkoba.* (Mg01)

Tinggalkan Balasan

No More Posts Available.

No more pages to load.